Search

Tekan Kepanikan Covid-19, Cari Informasi Akurat di Media Terverifikasi - Jawa Pos

SOLO - Penyebaran Covid-19 yang begitu cepat mengakibatkan banyak orang panik. Kepanikan bukan hanya disebabkan mudahnya penularan virus, namun juga oleh ramainya pemberitaan seputar korona di berbagai media.

Pengamat Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Andre Rahmanto melihat respons warganet terhadap Covid-19 juga begitu cepat dengan cara mencari dan membagikan informasi secara aktif di media sosial maupun pesan instan. Mudahnya penyebaran informasi seputar Covid-19 disebabkan oleh ketidakpuasan masyarakat dalam mencari informasi.

“Fenomena seputar Covid-19 memang membuat semua media berlomba memberitakannya, karena mereka berpikir pasti informasi ini akan dicari oleh masyarakat. Begitu juga masyarakat, seolah tidak puas mencari tahu dan membicarakan informasi ini karena berdampak langsung pada semua orang. Kepanikan itu disebabkan jika informasi yang diterima berbeda-beda dan tidak sinkron, jadi tidak ada pegangan yang pasti,” katanya, Senin (23/3).

Andre menyebut kepanikan yang terjadi di masyarakat turut disebabkan oleh banyaknya informasi yang diterima tanpa difilter. Selain itu, masyarakat juga cenderung mudah mempercayai informasi bohong yang disebarkan melalui media sosial sehingga semakin menambah kepanikan.

“Dalam situasi normal saja banyak yang mudah percaya informasi bohong, apalagi saat situasi krisis. Psikologis masyarakat cenderung panik dan insecure. Sehat atau tidaknya tergantung kita para pengguna, karena jumlah informasi di media sosial memang tidak mungkin dibatasi. Masing-masing individu saja yang membatasi akses informasi sejauh yang kita butuhkan. Jangan terlalu larut dengan segala macam informasi tentang Covid-19,” terangnya.

Menurutnya, pemberitaan yang simpang siur atau kurang tepat dapat memicu rasa tertekan pada masyarakat yang memengaruhi hormon stres. Untuk mencegah terjadinya stres, Andre mengingatkan agar masyarakat membaca informasi atau berita seputar Covid-19 secukupnya dan sewajarnya dengan memperhatikan sumber informasi yang kredibel.

“Periksa keakuratan sebuah informasi atau berita. Saya mengimbau masyarakat merujuk informasi pada media yang telah terverifikasi oleh Dewan Pers maupun memperbarui informasi Covid-19 pada situs resmi pemerintah, yaitu www.covid19.go.id,” tegasnya.

Selain menyinggung maraknya berita bohong, ketua Program Pascasarjana Komunikasi UNS ini juga menyinggung soal kurangnya rasa sensitivitas media dalam memberitakan pasien positif Covid-19. Menurutnya, beberapa pemberitaan melanggar hak individu, seperti privasi pasien.

“Media sebagian masih ada yang kurang sensitif soal privasi. Mungkin maksudnya untuk memperjelas ke publik tapi justru melanggar hak individu. Informasi soal kesehatan itu rahasia pribadi, kecuali pasien mengizinkan untuk diungkap,” katanya.

Meski demikian, dia juga meminta agar media turut mendukung pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menginformasikan peta persebaran infeksi Covid-19. Sehingga masyarakat bisa waspada dan menjauhi lokasi yang terdampak. (irw/bun/ria)

Let's block ads! (Why?)



"cari" - Google Berita
March 28, 2020 at 09:00AM
https://ift.tt/39vc6sU

Tekan Kepanikan Covid-19, Cari Informasi Akurat di Media Terverifikasi - Jawa Pos
"cari" - Google Berita
https://ift.tt/35Ruyv1
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Tekan Kepanikan Covid-19, Cari Informasi Akurat di Media Terverifikasi - Jawa Pos"

Post a Comment

Powered by Blogger.